Tentram dan damai, demikianlah aku mendefinisikannya, ya larut senja sore ini, begitu syahdu dan manja. Itulah dia bagiku, begitu jingga dengan polesan alam di dalamnya. Dengan angin yang masuk perlahan2 menuju ruang kamar ini melalui jendela kecil disana. Begitu sejuk, ya begitulah angin senja sore ini sangat lembut dan halus. Tidak seperti siang ini dia begitu rakus, begitu kasar, ntah lah akhir-akhir ini angin siang kurang begitu bersahabat menurutku, menjatuhkan semua barang-barang yang begitu rapuh di kamar ini. Masuk menerobos jendela kecil di sana, seperti marah, berontak dengan asa nya sendiri.Ada apa dengannya?? ntah lah tidak seorangpun yang tau.
Suara itu sungguh syahdu, suara yang menggetarkan iman yang mulai teresup, sejuk merayap di setiap katanya. Magrib ini telah datang, dan ruangan ini masih berserakan dengan kertas - kertas revisi dan bermacam2 buku teori yang karena banyaknya susah untukku menyebutkannya satu persatu. Oke baiklah!! kutarik nafas panjangku, saatnya istirahat sejenak dari layar laptop yang sudah berjam-jam membuat mata ini begitu lelah, begitu lelah... perlahan kubangkit dari kursi merah ini dan saatnya aku mengadu pada tuhanku.. # start ----> shut down ---->layar monitor gelap





1 komentar:
mmmhh,,,kata2 yg sangat puitis,banyak makna2 tersirat didalamnya, biasanya apa yang ditulis itulah yang dirasakan penulis, senja yang identik dengan jingga...:D
Posting Komentar